Home » Processes in Manufacturing » Proses Forging : Efisiensi dan kekuatan

Proses Forging : Efisiensi dan kekuatan

Saturday, August 4th 2012. | Processes in Manufacturing

Proses Forging : Efisiensi dan kekuatan

 

Proses-Forging

Proses-Forging

Proses forging atau sering disebut dengan tempa adalah proses penempaan logam yang biasaya dipanaskan dulu. Logam ditempa untuk dibentuk sesuai keingnan, misalnya pisau dengan berbagai jenis termasuk keris. Semua dikerjakan dengan proses tempa dan profesi ini biasanya disebut pandai besi. Proses penempaan ini sangat tergantung dari keahlian pembuatnya, sehingga sangat sulit untuk menghasilkan produk massal yang sama persis.

Dalam dunia industry proses forging ini dikerjakan dengan mesin yaitu mesin press dan dibantu dengan dies sehingga menghasilkan produk yang seragam. Dies dibuat dengan mengikuti prosuk yang natinya akan dicetak, juga harus memikirkan bagaimana flow atau arus dari material sehingga produk bisa terbentuk dengan sempurna.

Proses forging (hot forging) memerlukan pemanasan pada material yang akan di forging. Pemanasan harus mencapai titik rekristalisasi tapi tidak sampai pada titik lebur. Setelah titik rekristalisasi material baru bisa di forging. Kalau belum tercapai kemungkinan akan terjadi retak atau crack. Sebaiknya kalau tercapai titik lebur ketika diforging mataerial akan berhamburan dan produk tidak terbentuk.

Kelebihan Proses Forging

Proses-Forging-2

Proses-Forging-2

Proses forging mempunyai kelebihan diantaranya:

  1. Bisa membuat produk dengan kontur yang sulit (tidak bisa dimachining) dengan cepat dan seragam.
  2. Penggunaan material yang efisien jika dibandingkan dengan proses machining.
  3. Mempunyai struktur yang padat sehingga meningkatkan rasio kekuatan terhadap berat ( Strength-to-weight ratio). Dengan berat yang sama akan memiliki kekuatan yang lebih dibandingkan hasil pengecoran atau machining.

Kalau kita sedang membicarakan proses forging, maka focus kita tidak akan lepas dari efisiensi material. Ini dikarenakan harga material semakin hari semakin mahal. Sehingga tingkat efisiensi dari proses forging menjadi perhatian utama disamping factor yang lain.

Type Dies Forging

Ada beberapa type dies yang digunakan dalam proses forging, dan ini sangat terkait dengan tingkat efisiensi bahan. Diantaranya:

  1. Type opened-die
  2. Type closed-die

Diantara dua type dies tersebut type closed-die lebih efisien karena pada type closed-dies hamper tidak ada material yang terbuang, semua hamper jadi produk. Sedangkan pada type opened-die ada sebagian material yang terbuang (flash) yang nantinya harus dibersihkan dari produk (trimming). Sehingga disamping lebih efisien bahan type closed die juga lebih hemat proses karena tidak perlu proses tambahan untuk membuang flash.

Generasi berikutnya dari type closed-die yaitu yang disebut flashless forging, ini benar-benar closed-die karena type ini sudah tidak ada sama sekali flash. Bisa dikatakan bahwa material 100% jadi produk. Sangat efisien!

Kesimpulan

Proses forging memiliki kelebihan pada efisiensi dan kekuatan (strength-to-weight ratio) dibandingkan dengan pengecoran dan proses machining.

Performa dari forging dinilai dari efisiensi penggunaan bahan baku, semakin hemat semakin baik desain dies nya.

Catatan:

PT. MTU memiliki fasilitas forging sebanyak 8 unit yang sudah menerapkan type closed-die. Tingkat efisiensi sealu dievaluasi dan ditingkatkan. Disamping mengerjakan forging untuk keperluan sendiri juga menerima pesanan bagi yang memerlukan jasa forging. Produk yang kami forging diantaranya valve untuk tabung lpg, part pressure gauge (iexport ke jepang) dll.

Untuk Informasi lebih lanjut bisa hubungi :

Ahmad Haris : 08118701025

Atau tulis pesan disini!


Mungkin Anda tertarik yang ini:

brother cp 6500 sewing machine
Fujitsu lifebook-t731 Reviews
Laptop Computer Desk. Best Choice


Related posts

Advertisement
tags: , , ,

Related For Proses Forging : Efisiensi dan kekuatan

Comment For Proses Forging : Efisiensi dan kekuatan